Perkembangan Fans Club Ararat di Daerah Tehran, Iran

Ararat FC
No Comments

Salah satu klub yang ada di wilayah Iran yang cukup terkenal adalah klub FC Ararat. FC Ararat ini merupakan tim sepak bola yang terdiri dari orang – orang Armenia yang berada di daerah Teheran, Iran. FC Ararat ini biasa bermain di Liga Provinsi Tehran.

FC Ararat ini memiliki perkembangan anggota sampai prestasi yang panjang yang pada kesempatan kali ini saya berniat ingin membahas dan mengupas tuntas habis mengenai FC Ararat ini. FC Ararat dibentuk pada tahun 1944 oleh orang – orang dari Armenia – Iran. Penamaan dari FC Ararat ini terinspirasi dari gunung yang tekenal di daerah tersebut yaitu gunung Armenia. FC Ararat ini memiliki stadion serta fasilitas pribadi yang hanay dapat digunakan oleh staff dan anggota dari FC Ararat itu sendiri. Memang, FC Ararat ini tak pernah menorehkan prestasi yang gemilang dalam kancah persepakbolaan. Namun jangan salah, FC Ararat ini mampu mencetak pemain – pemain bola yang berbakat yaang akan mendukung sepak bola di negara Iran.

FC Ararat sempat bermain di tingkat atas dari liga sepakbola yang diadakan pada musin 1995 sampai dengan 1996 di Liga Azadegan. FC Ararat ini juga pernah mengalami kejatuhan dan kemerosotan dikarenakan Manajemen Ararat ini terlilit hutang yang besar yang dirumorkan karena agen sbobet dan tidak mampu untuk membayar hutang yang sudah besar tadi. Hal ini mengakibatkan FC Ararat yang awalnya bermain di Divisi 1 menjadi turun ke Divisi 2 dalam Liga sepak bola di Iran. Manajemen Ararat yang tidak baik ini mengakibatkan adanya pengubahan keputusan yaitu dirombaknya pekerja yang awalnya hanya staff dan pemain Armenia yang boleh masuk dalam keluarga FC Ararat, kini menjadi mengundang beberapa orang – orang non – Armenia untuk ikut bergabung dan melatih tim dari FC Ararat itu sendiri. Perombakan ini memang masih belum menjadi awal yang baik bagi FC Ararat ini, karena saat Ararat mendapatkan tawaran promosi ke Liga Azadegan, FC Ararat ini telah gugur di tengah jalan dikarenakan gagal terlebih dahulu dalam beberapa minggu terakhir musim disana.

Di musin 2007 sampai dengan 2008, prestasi Ararat ini mengalami kemerosotan kembali. Yang awalnya mereka bisa bermain di divisi 2, kini menurun lagi menjadi pindah ke divisi 3. Namun Federasi Sepak Bola Iran mengajukaan strategi yang bisa meningkatkan kualitas sepak bola Iran untuk kembali ke divisi sebelumnya yaitu divisi 2 dengan cara meningkatkan jumlah tim divisi 2 menjadi 28 sehingga FC Ararat masih bisa bertahan di Divisi 2.

Namun, di tahun 2008, Ararat mengalami kemunduran sehingga mengakibatkan FC Ararat ini dibubarkan. Setelah 5 tahun vakum, akhirnya FC Ararat kembali lagi di tahun 2014 dengan bersiap untuk menorehkan prestasi yang lebih gemilang lagi.

Proses Pembangunan Stadion Azadi di Taheran, Iran

Tower di Azadi
No Comments

Stadion Azadi merupakan salah satu stadion milik masyarakat Teheran yang terletak di negara Iran. Stadion ini merupakan Stadion terbesar ke – 10 di Dunia. Stadion Azadi ini terletak di sebelah barat Teheran tepatnya di dekat dstrik Ekbatan serta mudah dijangkau dengan masyarakat Teheran yang tinggal di kota. Sedangkan stadion Azadi ini memiliki dua buah pintu masuk yaitu intu masuk sebelah Barat yang terletak di Jalan Ferdous dan pintu masuk sebelah Timur yang berada pada di jalan Farhangian.

Stadion Azadi ini dirancang serta dibangun oleh Arme Construction Company dan Skidmore, Owings and Merril untuk perhelatan Asian Games yang ke – 7 yang diselenggarakan pada tahun 1974 dengan stadion yang memiliki kriteria dan standar Internasional. Lahan yang digunakan untuk membangun stadion yang memiliki ukuran 450 Hektar yang terletak di Teheran bagian Barat. Stadion Azadi ini telah menggantikan Stadion Amjadieh. Selain itu stadion Azadi ini sebagai rumah baru untuk tim sepak bola nasional yang ada di negara Iran.

Stadion Azadi dibangun untuk melengkapi komplek olahraga yang ada di Iran seperti tempat Olimpiade untuk berbagai olahraga, untuk membuat rancangan ketika akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Walikota Teheran yang bernama Shah Iran dan Komite Olimpiade pada tahun 1975 mengajukan surat resmi pada pihak IOC. Surat resmi ini diajukan untuk memberitahukan mengenai ketertarikan Iran dalam menyelenggrakan Olimpiade pada Musim Panas pada tahun 1984. Nah, pemberitahuan ini juga mengacu pada pembangunan Stadion yang hanya memerlukan sedikit modifikasi untuk menjadi Stadion Olimpiade Utama. Namun, pada akhir tahun 1970 – an terjaadi kerusuhan dan keributan dalam bidang politik yang menyebabkan gagalnya tawaran di atas sehingga tawaran tersebut dialihkan pada Los Angeles sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Olimpiade pada saat itu.

Para bettor poker online menyatakan bahwa stadion Azadi sempat mengalami beberapa renovasi yang dilakukan. Renovasi yang pertama dilakukan pada tahun 2002 yaitu pada pemasangan kursi yang baru dan lapangan di bangun serta ditanam kembali supaya lebih baik dari lapangan sebelumnya. Proses ini bersamaan dengan adanya pemasangan sistem pemanas yang ada di bawah tanah di stadion Azadi tersebut. Kemudian staff bagian manajemen stadion juga menambahkan kursi yang berada di tingkat atas. Renovasi yang telah dilaksanakan tadi selesai pada tahun 2003. Namun ada pengurangan kapasitas yang awalnya ada 100.000 kursi penonton maka kini menjadi 78.116 kuris penonton saja. Walaupun kapasitas pada stadion Azadi ini memiliki pengurangan kapasitas pada kuris penonton tetapi stadion ini tetap dipenuhi oleh para penonton yang menonton pertandingan sepak bola seperti pertandingan kualifikasi Piala Dunia Iran – Jepang pada tahun 2005. Sedangkan di tahun 2014, televisi jumbotron digantikan dengan papan skor asli. Fitur – fitur terbaru dari stadion Azadi ini menambah kelengkapan dan memenuhi kriteria serta standar Stadion Internasional.