Kurangnya Hak Asasi Manusia terhadap Wanita yang Ingin Ikut Menjadi Supporter Sepak Bola di Tehran

Kurangnya Hak Asasi Manusia
No Comments

Permasalahan memang sering terjadi dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya yang terjadi dalam dunia perepakbolaan. Di beberapa negara terkadang ada aturan yang menurut kita layak – layak saja untuk dilakukan namun di negara tertentu hal tersebut dilarang. Baru – baru ini ada berita menegnai penangkapan 35 orang wanita sebagai penonton serta pendukung dari sepakbola yang ada di Iran.
Iran memang salah satu negara yang memiliki aturan yang sangat ketat terhadap warganya. Sejak adanya revolusi 1979 di Iran, wanita yang tinggal dan menetap di Iran harus berpakain sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. Tidak hanya itu mereka juga harus berperilaku yang baik yang sesuai dengan kode etik ang berlaku di negara Iran tersebut.

Parahnya lagi ada larangan mengenai bahwa pria dan wanita dilarang mengikuti olahraga pada cabang yang sama. Bahkan pemerintah Iran tega dalam membatasi kesukaan wanita yaitu wanita dilarang menjadi penonton ataupun supporter judi bola pada permainan bola dari lawan jenisnya. Hal ini kalau di negara kita tak ada aturan seperti itu. Semua orang baik itu laki – laki ataupun perempuan, anak – anak ataupun orang dewasa boleh untuk menikmati tontonan olahraga yang banyak diminati ini.

Pemerintahan Iran kurang memberi kebebasan terhadap warganya untuk memilih dan tidak memilih hal – hal yang mereka tidak sukai. Kasus di atas menyebabkan 35 orang wanita nekat untuk masuk ke stadion secara diam – diam supaya tidak ketahuan oleh petugas yang berjaga di stadion tersebut. Namun, teteap saja ke – 35 wanita ini tertangkap oleh petugas dan siap untuk ditahan. Nah pada tanggal1 maret 2013, Presiden FIFA datang ke Teheran untuk menyelesaikan kasus ketidakadilan yang pemerintah Iran lakukan kepada warganya.

Presiden FIFA yang bernama Gianni Infantino berbincang pada wartawan bahwa beliau telah bermusyawarah dengan Rouhani selaku Presiden Iran mengenai rencana pencabutan larangan bahwa perempuan atau wanitaa dilarang untuk menghadiri olaharaga sepak bola yang dimainkan oleh kaum laki – laki.

Pada tanggal 1 Maret, aktivis perempuan menghadiri pertandingan tersebut guna menarik perhatian Presiden FIFA yaitu Gianni Infantino supaya mau membantu dalam mengubah peraturan mengenai dilarangnya perempuan untuk ikut berpartisipasi menjadi supporter bola yang dimainkan oleh pemain laki – laki.

Menurut Presiden FIFA, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan Hak Asasi Manusia yang menimpa kaum perempuan di Iran yaitu dengan cara pihak FIFA mengkritik, memberikan sanksi, mengutuk, dan memotong hubungan kerja sama. Atau bisa dengan cara lain yaitu pergi menemui Presiden Iran dan mencoba untuk berdiskusi serta meyakinkan pemimpin negara Iran bahwa merak harus memberikan para wanita akses untuk pergi mengunjungi stadion sebagai penonton untuk mendukung sepak bola Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *